Mengancam

Ancam, mengancam: menyatakan maksud (niat,rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakan pihak lain.

Bilang sama ibu, kalau dia ga mau terima telepon saya, saya ga mau berangkat haji!  Begitu ancaman ayah pada saya melalui asisten rumah yang menerima telpon.  Waktu itu saya lagi ngambek sama ayah, tapi lupa kenapanya (karena keseringan ngambek hehe).  Begitu mendengar ancaman ayah, saya langsung terima teleponnya.  Ayah memang tahu betul sifat anak-anaknya, jadi tau persis apa yang harus dijadikan ancaman agar berhasil.  Pasti di ujung telepon sana, ayah lagi tersenyum penuh kemenangan, lagi ngebayangin saya yang pucat pasi panik mendengar ancaman ayah.  Ayah tahu pasti, saya sangat perhitungan (maksudnya sangat efisien mengelola uang, cie…), akan panik kalau ayah ga mau berangkat haji, lah ONH nya sudah lunas, kan sayang banget (padahal kalau dipikir-pikir lagi sekarang, ga mungkin lah ayah ga berangkat, itu kan ibadah wajib).

Sebagai orang tua, kita memang sering mengancam anak-anak kita dalam rangka mendidiknya.  Padahal kata para pakar, mengancam itu ga baik. Tapi gimana ya, mengancam itu efektif sih, jadi orang tua sering menggunakannya.  Misalnya pas nyuruh anak mandi atau nyuruh berhenti main, bilangnya ada pak polisi tuh nanti kamu dimarahin.  Benerkan? Saya sih ga, secara nyuruh saya lebih senang ngasih pujian ke anak-anak daripada mengancam. Suer………

Nah, mengancam juga sering dijadikan, senjata oleh para wanita terhadap pasangannya.  Malahan, ga diancam aja pacar saya sudah takut duluan, hahaha.  Beberapa kali dia suka bilang, kalau ga melakukan apa yang saya minta dia takut saya marah. Segitunya…..

Saat ini, ketika saya terdampar di tempat ini, saya banyak menyaksikan ancam mengancam, baik diantara para warga, maupun diantara para warga dan manajemen. Katanya tempat ini adalah tempat pembinaan, tapi kok pakai ancaman juga ya.  Mungkin memang benar, mengancam lebih efektif.  Tapi nyatanya, di tempat ini ancaman kadang ga efektif juga, karena warganya memang banyak yang cuek, ga peduli.  Hehehe…..

Dan di kejauhan saya mendengar pengumuman yang diulang-ulang berkali-kali, si anu si itu ditunggu big boss di aula.  Artinya, sudah berkali-kali dipanggil, malah diancam dengan bawa-bawa nama big boss, warga yang dipanggil ga datang-datang juga.  Awas kalian ya…. Hahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gembolan

On your mark, get set...

Nadir