Tumben
Tumben: 1.mula-mula sekali, 2. ganjil benar kali ini
Tumben banyak
orang kantor yang datang kunjungan ke sini, begitu cerita saya ke sahabat saya
ditelpon. Eh, sang sahabat bilang:
“jangan bilang tumben dong”. Sebenarnya
saya heran, kenapa dia protes, tapi saya kok juga ga nanya ya. Saya malahan ngeles ga jelas, emang saya
gajebo sih, ga jelas bo….
Tapi lantas saya
jadi berpikir, kenapa si sahabat merasa terganggu dengan kata “tumben”. Saya pun paham, kalau lihat definisinya,
tumben bisa dianggap kejadian yang luar biasa, kejadian yang diluar
biasanya jadi. Nah, saya ingat-ingat, si sahabat memang
sudah lama ga mengunjungi saya. Oooh,
dia merasa tersindir dengan ucapan saya. Hehehe…. Mungkin dia langsung
membayangkan, ketika nanti dia datang mengunjungi saya, saya akan bilang,
tumben kamu datang. Pasti mukanya
langsung memerah. Justru, saya akan
bilang begitu. Hihihi…..
Anyway, kalau
saya perhatikan, memang orang yang mengunjungi saya kian hari kian
berkurang. Ya iyalah, emang siapa
saya? Jadi ingat, si sahabat ini juga
yang pernah bilang, waktu awal-awal saya terdampar di sini, ibaratnya orang
sakit biasanya diawal-awal banyak yang besuk, karena banyak yang pengen tau,
kepo, abis itu sepi, nanti rame lagi kalau pas sekarat. Bener juga sih. Diawal, hampir setiap hari kunjungan, ada aja
yang datang, abis itu sepi. Ketika PK
saya gagal, agak ramai lagi, karena pada mau menghibur saya. Mungkin itu ibaratnya saya lagi sekarat
ya. Nah sekarang, sepi lagi deh. Hanya anak-anak dan suami saya yang rutin
datang tiap minggu. Yang lain, paling
nitip barang ke anak-anak atau suami.
Masih mending sih, ada perhatian. Cie…..
Saya paham kok,
semua orang punya kesibukan. Bahkan
alumni sini, yang deket banget sama saya selama dia masih di sini, saya dorong
untuk tidak usah datang, karena saya tahu, dia pasti sibuk di luar sana. Lah, saya aja kalau nanti udah lulus, udah
jadi alumni, belum tentu juga sempet kunjungan ke sini. Walaupun cita-cita saya sih mau mengunjungi
teman-teman disini yang memang selama ini, ga pernah ada yang mengunjungi. So sweet….
Itu kalau saya
jadi alumni lho, tetap ga berani janji mau datang, padahal saya paham benar
kehidupan di sini, yang berbunga-bunga hatinya kalau dapat panggilan
kunjungan. Kalau saya ga pernah
merasakan harap-harap kunjungan, alias kalau saya ga pernah tinggal di tempat
ini, belum tentu saya datang ke sini.
Mungkin saya takut, karena kan tempat ini seram. Liat aja dari luar, ih sereeeeem……
So, pesan saya
ke teman-teman saya yang ga sempat mengunjungi saya, spesial untuk sahabat saya
yang alergi sama kata tumben, santai aja, take it easy guys…..
Saya orangnya emang gitu, suka iseng. Jadi kalau saya bilang, tumben kamu datang, jawab aja dengan santai, tumben saya bisa datang. Klop kan?
Komentar
Posting Komentar