Krisis Identitas
Saya baru saja mengikuti workshop menulis kreatif, dimana di situ diminta memutuskan identitas kita apa, kita ingin dikenal sebagai apa, sebelum kita mulai membuat tulisan. Karena, menurut instrukturnya yang canggih itu, semua tulisan yang kita buat harus dapat mendukung branding kita, sehingga identitas kita, branding kita menjadi penting. Semua yang kita tulis merupakan marketing dari branding kita itu, identitas kita itu, apakah sebagai penulis, petualang, lawyer, konsultan, pemerhati kuliner, apapun. Dan saya pun bingung….. Saya jadi pusing, galau, bingung, karena tidak dapat menentukan identitas yang kemudian akan menjadi branding saya. Saya pun jadi krisis pede, krisis identitas. Padahal di lubuk hati yang paling dalam, saya marah pada diri sendiri, masak sudah setua ini, masih krisis identitas? Hahaha….. Saya pun terus berargumen pada sang instruktur yang kebetulan sahabat saya itu, bahwa saya memang ingin tiarap dulu saat ini, saya in...