Postingan

Bertahun-Tahun Kemudian

Waktu itu, saya baru saja lulus kuliah, fresh graduate gitu lah, dan lagi mencoba peruntungan untuk pindah kerja.  Secara saya emang sudah bekerja sebelum lulus kuliah.  Ceritanya pengen ganti suasana.  Karna kan pasti beda lah kalo kita kerja sebelum sarjana dan sesudah sarjana.  Pengennya kan lebih dihargai ya.  Nah, saya melamar ke salah satu bank Pemerintah.  Tentu saja saingannya banyak banget, sampai tes saringan masuknya aja di GBK.  Ckckck. Tapi ndilalah nya saya kok kepanggil untuk proses berikutnya.  Alhamdulillah.... Dari sinilah cerita saya dimulai.... Waktu itu, saya kebetulan datang duluan, kayaknya yang pertama atau kedua.  Jadi masih bisa milih mau duduk di mana.  Sesudahnya makin banyak yang datang dan orang itu duduk tepat di depan saya, berhadap-hadapan.  Karna penampilannya, saya sempat berpikir, oh mungkin ini pegawai bank yang akan mewawancara kami.  Tapi ternyata bukan, dia sama-sama pelamar.  Namun ...

Ortas

Akhir-akhir ini istilah ortas lagi viral di tempat saya.  Ternyata itu singkatan orang atas.  Maksudnya sih para pembesar, orang-orang kaya, orang-orang penting yang maunya main atas, langsung ke atas, ke boss.  Mereka pun juga dianggap boss-boss besar yang sering menghambur-hamburkan uang untuk urusan tetek bengek di sini, seting traktir makanan untuk semua penghuni dan para petugas manajemen.  Pokoknya sosialita tingkat atas lah, yang untouchable.  Ckckck.... Saya mah ga termasuklah ke dalam kelompok itu.  Kan waktu ada kondangan-kondangan aja saya ga diundang.  Hehehe Ibu saya pun sempat bertanya apa saya termasuk.  Jelas ga lah.  Saya kan bukan siapa-siapa di sini.  Mungkin ibu pikir saya kan sering terlibat ini itu, jadi saya ortas.  Saya jelaskan, ga bu, ortas itu pengeluarannya gila-gila an lah, uangnya banyak dan gampang keluarnya.  Penampilan mereka juga wah lah.  Kalo anak mu ini kan super irit, dan penampilannya...

Mata Duitan

By Mirma Fadjarwati Malik Pagi itu saya bertegur sapa dengan mantan big boss saya.  Namun pertegursapaan terputus karena tugas-tugas yang menanti saya.  Saya sempat membatin, kali aja big boss ngirimin saya uang 10 jeti.  Di tengah jalan saya melihat seseorang yang saya dengar lagi amat sangat BU.  Nah, kalo boss transfer segitu saya mau kasih orang itu ah.  Begitu batin saya, ibarat nazar lah. Ketika jam istirahat saya pun membuka lagi chat WA saya dengan sang boss.  Benar saja, ada capture bukti transfer m-banking.  Dengan antusias saya buka, yessss, transferan 5 jeti.  Gapapa lah ga 10 jeti, yang penting dapet transferan.  Saya pun sujud syukur atas rezeki yang saya peroleh. Selesai sujud syukur dengan sumringah saya pandangi bukti transfer itu.  Lho kok 0 nya berkurang 1?  Lah, cuma 500 ribu toh.  Saya pun bersungut-sungut sambil berkata dalam hati, mana udah sujud syukur lagi. Astaghfirullah, saya kok gitu banget ya. ...

Berita

By Mirma Fadjarwati Malik Kok ga ada berita bu? Adik bertanya pada saya.  Saya heran, berita apa? Kan tinggal liat di internet atau di TV.  Adik pun menjelaskan, biasanya kan ibu posting berita di WA grup keluarga.  Oooo ya ya, saya jadi mengerti sekarang.  Walaupun ga pernah ada yang komen, ternyata setiap saya sharing berita di WA grup, anak-anak membacanya.  Baiklah, ibu akan posting berita di grup sesering mungkin. Saya jadi paham sekarang bahwa kebiasaan saya sharing berita di WA grup ada manfaatnya.  Anak-anak saya jadi tahu berita tanpa harus mencarinya.  Lagian, begitu banyak berita yang bisa bikin bingung, tentu saja dengan saya memposting, mereka tinggal baca.  Apalagi anak-anak seumur mereka, jaman now pula, memang biasanya malas baca berita.  Jadi, supaya mereka selalu bisa kekinian, saya lah yang harus memposting berita untuk mereka, sekalian menyaring berita-berita yang memang layak dan bermanfaat buat mereka, juga menghindari h...